"Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus." Galatia 6:2
Berbuat baik seperti orang menabur benih. Pada saatnya ia akan menuai, tidak akan hilang. Suatu saai ia akan mendapatkannya kembali asal tidak jemu-jemu melakukannya.
Setiap perbuatan baik yang kita lakukan kepada orang lain selalu ada upahnya. Memang saat menabur kita tidak menuai, semua ada waktunya. Kalau tidak menuai semasa hidup, kita akan mendapatkannya nanti di sorga. Ingat, keturunan kita pun juga akan menuai dari apa yang telah kita perbuat bagi sesama. Karena itu selama masih hidup di dunia ini banyak-banyaklah berbuat baik. "Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga." (2 korintus 9:6).
Siapa yang perlu kita tolong?
Kita perlu menolong orang lain tanpa melihat warna kulit, keturunan, pendidikan, agama dan latar belakang hidupnya. Tanpa juga melihat apakah orang yang kita tolong itu akan membalas baik perbuatan baik kita atau tidak. Namun Alkitab dengan tegas menasihatkan bahwa yang perlu kita tolong terlebih dahulu adalah saudara seiman: "Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman." (Galatia 6:10). Terlebih utama lagi kita harus memperhatikan dan menolong mereka yang mengajar kita tentang firman Tuhan, yang telah membimbing kita dan menuntun kita kepada kebenaran: para hamba Tuhan, penginjil, pelayan Tuhan:"Dan baiklah dia, yang menerima pengajaran dalam Firman, membagi segala sesuatu yang aad padanya dengan orang yang memberikan pengajaran itu."(Galatia6:6). Kita dapat menolong hamba Tuhan itu bukan saja dalam bentuk uang atau materi, tetapi juga rasa hormat dan menjunjung mereka dalam kasih(baca 1 tesalonika 5:12-13). Karena itu kita harus beruusaha mencukuppkan kebutuhan para hamba Tuhan yang bekerja di ladang Tuhan seperti yang diperbuat oleh jemaat di Makedonia(baca 2 Koriintus 11:9). Ingat, segala pengorbanan yang kita lakukan untuk mereka itu tidak akan pernah sia-sia!
Kita perlu menolong orang lain tanpa melihat warna kulit, keturunan, pendidikan, agama dan latar belakang hidupnya. Tanpa juga melihat apakah orang yang kita tolong itu akan membalas baik perbuatan baik kita atau tidak. Namun Alkitab dengan tegas menasihatkan bahwa yang perlu kita tolong terlebih dahulu adalah saudara seiman: "Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman." (Galatia 6:10). Terlebih utama lagi kita harus memperhatikan dan menolong mereka yang mengajar kita tentang firman Tuhan, yang telah membimbing kita dan menuntun kita kepada kebenaran: para hamba Tuhan, penginjil, pelayan Tuhan:"Dan baiklah dia, yang menerima pengajaran dalam Firman, membagi segala sesuatu yang aad padanya dengan orang yang memberikan pengajaran itu."(Galatia6:6). Kita dapat menolong hamba Tuhan itu bukan saja dalam bentuk uang atau materi, tetapi juga rasa hormat dan menjunjung mereka dalam kasih(baca 1 tesalonika 5:12-13). Karena itu kita harus beruusaha mencukuppkan kebutuhan para hamba Tuhan yang bekerja di ladang Tuhan seperti yang diperbuat oleh jemaat di Makedonia(baca 2 Koriintus 11:9). Ingat, segala pengorbanan yang kita lakukan untuk mereka itu tidak akan pernah sia-sia!
"Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datamg waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah."
Galatia6:9
0 comments:
Post a Comment