Pages

Mencari Kehendak-Nya


Menghadapi Kekecewaan
Kekecewaan — adalah bagian masalah kehidupan yang tidak mudah untuk diatasi. Tantangan sering berupa kendala-kendala fisik, sosial, ekonomis, politis, hukum dll. Tapi kekecewaan dalam konteks ini berupa kendala emosional, — yang pasti disebabkan manusia — yang terasa lebih berat daripada kendala yang tak disebabkan manusia.

Kekecewaan bisa sampai pada tahap kepahitan yang disebabkan oleh pengkhianatan. Nampaknya pemazmur punya pengalarnan pengalaman yang membuatnya menulis:

Maz 35:12 (BIS) Kebaikanku mereka balas dengan kejahatan: aku tenggelam dalam keputusasaan.
TB: Mereka membalas kebaikanku dengan kejahatan; perasaan bulus mencekam aku.

Maz 41:9 My most trusted friend has turned against me, though he ate at my table.

Maz 41-10 Bahkan sahabat karibku yang kupercayai, yang malkan rotiku, telah mengangkat tumitnya terhadap aku.

Masalahnya kita sebagal umat tidak pernah bisa menang secara sejati sebelum kita mampu mengalahkan kekecewaan.

Kisah kekecewaan-penghianatan I Sam. 23:1-14
Mengenal Profil Kekecewaan

1. Dapat terjadi setiap waktu: Daud mungkin tak terlalu menduga kemenangannya di Kehila justru membuatnya ada dalam sasaran mudah dan kejaran Saul. Tak ada yang dapat memprediksi kapan akan terjadi. Semua situasi dapat berkembang menjadi kekecewaan.


2. Dapat terjadi oleh siapa saja: Daud juga tak akan menduga jasanya akan ditanggapi seperti itu. la sudah mengalahkan Goliat, musuh bangsa. la menunjukkan baktinya kepada Saul tanpa reserve, dan masih setia walau sudah dicoba untuk dibunuh dua kali. Daud pasti masih kaget-kaget menyadari betapa Saul samasekali melupakan relasi  mereka. Tak ada yang terkecuali dapat mengecewakan kita. Bahkan banyak orang jadi terhilang justru karena kecewa terhadap pemimpinnya.

3. Tidak tergantung pengorbanan/ harapan: Bukankah Daud melakukan tugas pengamanan nasional — yang seharusnya dikerjakan oleh Saul sebagai Raja yang resmi? Bukankah Daud dapat mengharapkan tindakan heroiknya mungkin justru dihargai sehingga membuatnya diterima kembali di istana Saul? Tak peduli berapa besarnyapun pengorbanan yang telah diberikan, atau besarnya ekspektasi yang diberikan seseorang, pengecewaan itu dapat saja terjadi. Justru makin besar pengorbanan atau harapan, makin besar pula pengecewaan dapat terjadi.

4. Tidak mendapat dukungan mitra: Daud ternyata tidak sepenuhnya didukung oleh anakbuahnya Dia harus mengambil keputusan sendiri yang tidak populer di antara mereka. Tak peduli seberapa dekat seseorang kepada kita, belum tentu dia dapat memahami dan meringankan beban kekecewaan kita.

5. Makin dekat yang mengecewan — makin berat kepahitan/ penderitaan: Daud pasti menderita karena kepahitan dan Saul dating susul menyusul — bahkan melewati serangkaian kesempatan ia nyaris membalas dendam dengan membunuh Saul. (1 Sam 24:5, 16-23) Namun ‘kedekatan’ dan ‘pertobatan’ yang Saul tunjukkan sebenarnya menambah kepahitan. Tak ada yang lebih menyedihkan saat tau mereka yang makan semeja dengan kita justru adalah orang yang jadi yudas untuk kita.



Kiat Mengatasi Kekecewaan:


1. Bergantung Suara/ kehendak Tuhan
(1sam 23:4) Lalu bertanya pulalah Daud kepada TUHAN, maka TUHAN menjawab dia, flrman-Nya: “Bersiaplah, pergilah, ke Kehila, sebab Aku akan menyerahkan orang Filistin itu ke dalam tanganmu.”

Ketergantungan Daud kepada Tuhan memberinya kemantapan dalam bertindak. Dia memiliki jaminan kemenangan yang membuatnya berani. Semua kekecewaan dapat kita hadapi bila kita bergantung penuh pada kehendak Tuhan.

2. Lebih taat suara Tuhan daripada suara manusia
(lSam 23:3) Tetapi orang-orang Daud berkata kepadanya: “lngatlah, sedangkan disini di Yehuda kita sudah dalam ketakutan, apalagi kalau kita pergi ke Kehila, melawan barisan perang orang Filistin.”

Sebenarnya Daud punya banyak alasan untuk tidak ikut campur urusan Kehila, karena mereka sedang dalam status buron. Sikon mereka sendiri adalah darurat Mereka masih harus survive dengan urusan sendiri. Menerjunkan dan membela kepentingan orang lain biasanya dilakukan bila diri sendiri sudah beres. Namun Daud justru taat pada suara hatinya dan Tuhan sehingga dalam keadaan beratpun dia lebih mengutamakan suara Tuhan. Semua kekecewaan harus terus dihadapi dengan tidak memandang diri sendiri sebagai fokus utama.

3. Siap berkorban extra demi kepentingan lebih besar
I sam 23:10 — Berkatalah Daud: “TUHAN, Allah Israel, hamba-Mu ini telah mendengar kabar pasti, bahwa Saul berikhtiar untuk datang ke Kehila dan memusnahkan kota ini oleh karena aku.

Daud melihat bahwa keberadaannya di Kehila menimbulkan ancaman terhadap penduduknya. la tidak memikirkan keputusannya atas dasar kepentingannya, tapi terhadap penduduk Kehila. Kita perlu lebih arif daripada kekecewaan kita dengan mendahulukan kepentingan orang

4. Siap Menerima Keterbatasan
I sam 23:14 Maka Daud tinggal di padang gurun, di tempat-tempat perlindungan. ia tinggal di pegunungan, di padang gurun Zif. Dan selama waktu itu Saul mencari dia, tetapi Allah tidak menyerahkan dia ke dalam tangannya. Daud sempat terlunta-lunta sebagai buron di gurun dengan pengikutnya. Setelah sukses mengalahkan orang Filistin, tentu ia mendapat sambutan dan naungan di Kehila. Berakhir masa pengembaraan yang serba darurat. Tapi dengan kenyataan bahwa ia dikhianati penduduk Kehila, la memilih untuk mengundurkan diri dengan tenang. la tidak membalas kekecewaan dengan kekerasan kepada penduduk Kehila. Mungkin saja mereka lebih memikirkan keselamatan dirinya, setelah menerima teror dan intel-atau panglima Saul yang mengepung mereka. Daud siap kembali ke pengembaraannya di padang gurun dan pegunungan. Kitapun tidak perlu memaksakan emosi kita saat menghadapi kekecewaan. Lebih baik kita mengutamakan kepentingan yang lebih besar dengan mengasingkan din ke gurun. Dimana kita akan menikmati manna surge dan air segar dan bukit batu’


Yesus hadapi Kekecewaan


Yak 10:32 Tetapi Yesus berkata kepada mereka, “Kalian sudahi Aku melakukan banyak pekerjaan balk, yang ditugaskan Bapa-Ku. Dan semua pekerjaan ¡tu, manakah yang menyebabkan kalian mau melempari Aku?”
Perhatikan betapa Yesus sendiri sering kecewa — mendapat tidak adil dan sebaginya — sehingga melontarkan pertanyaan yang sangat telak dan tak terjawab. Bila Dia pernah mengalami kekecewaan, pastilah Dia mampu mendampingi kita yang kecewa.

0 comments:

Post a Comment