Pages

Masih Ada Hari Esok Bagi Orang Benar


Di ufuk timur sang surya mulai menyapa dengan pancaran sinarnya yang hangat ! Seolah dia berkata, “Selamat pagi, masih ada harapan untukmu!” Roda waktu terus berputar melumat semua kenangan yang ada: suka, duka, pahit, manis, keberhasilan dan juga kegagalan. Andai waktu bias diputar lagi mungkin kita tidak mau mengulang kesalahan-kesalahan yang ada, tidak mau gagal, tidak mau mengecap duka dan pahitnya hidup ini. Semuanya sudah berlalu dan itu menjadi pelajaran yang sangat berharga! Tanpa terasa sudah 365 hari kita jalanai dan kini kaki kita berada di penghujung tahun 2012, tapi bukan berarti akhir dari segalanya. Sebagaimana mentari yang tidak pernah ingkar bersinar dipagi hari, esok pun masih ada bagi kita.
                Mungkin saat-saat ini hati kita mulai tawar oleh karena banyaknya goncangan yang terjadi dalam hidup kita. Mungkin tatapan mata kita mulai kosong seiring berakhirnya tahun ini. Namun ingatlah bahwa di dalam Yesus masih ada pengharapan, kesembuhan, pertolongann, berkat, dan keselamatan, karena Dia adalah sang pembuat keajaiban. Mujizat masih ada bagi kita! Jangan lagi tawar hati ! Karena tawar hati hanya akan menutupi visi, menutup semuanya. Dalam Amsal 24:10 dikatakan, “Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.” Menghadapi hari esok, orang dunia boleh saja kalut, putus asa dan hilang pengharapan. Tetapi bagi kita anak-anak Tuhan justru hari esok adalah kesempatan bagi kita untuk melihat dan mengalami mujizat Tuhan dinyatakan. Pemazmur berkata, “Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya!” (Mazmur 118:24). Dunia boleh makin mundur, tetapi kita sebagai anak-anak Tuhan akan semakin mujur.
                Karena itu jangan gentar menghadapai hari esok! Asal kita berjalan bersama Tuhan, hari-hari kita akan dipenuhi dengan kemenangan demi kemenangan. Tertulis: “Tetapi dalam semuanya itu kita lebih daripada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.” (Roma 8:37). Jadikan hari terakhir di tahun 2012 ini menjadi suatu hari kebangkitan bagi kita karena kita punya Yesus yang jauh lebih besar dari segala-galanya.
Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaanmu!” (Ratapan 3:22-23)

Hidup Kudus dan Tak Bercela

"betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup." Ibrani 9:14
Tuhan memilih kkita untuk tujuan pongudusan. Sering kita mendengar kata kudus, dan sebagai orang Kristen kita pun sadar bahwa kita disebut orang-orang kudus, bahwa kita mengakui bahwa hidup kita telah dikuduskan oleh darah Kristus. Tetapi praktek kehidupan sehari-hari kita sering tidak menjalani kehidupan yang kudus. Kita masih hidup menurut keinginan daging dan mengumbar hawa nafsu. Kemana-mana kita memakai label 'Kristen' sementara perilaku kita tidak  mencerminkan Kristus, padahal Alkitab menegaskan: "Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup." (1 Yohanes 2:6). Seorang Kristen sudah seharusnya memiliki kehidupan yang senantiasa memancarkan karakter Kristus sehingga orang lain meluhat Kristus ada dalam kita.

Sebagai orang Kristen kita diharapkan untuk hidup kudus dan tidak lagi berkompromi dengan dunia ini. Ingat, kita percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi, saat itu kita "...dimeteraikan dengan Roh kudus," (Efesus 1:13). Kuasa Roh kudus inilah yang senantiasa menuntun dan membimbing kita kepada segala kebenaran. Namun kuasa itu tidak akan menyertai kita jika kita tidak menjalani kehidupan yang kudus. Kehendak Tuhan atas kita adalah hidup yang kudus, tak bercacat dan cela sampai Ia datang menjemput kita.

Saat ini dunia sedang dalam situasi yang buruk dan jahat; jika kita tidak terus berada dalam kekudusan kita tidak akan dapat bergerak maju bersama dwngan Tuhan, kita akan makin terbawa oleh arus dunia ini. Perhatikan!  "...hari Tuhan akan tiba seperti pencuri...betapa suci dan salehnya kamu harus hidup." (2 Petrus 3:10a-11). Apa yang harus kita kerjakan supaya kita dapat menjalani kehidupan yang kudus di dalam Tuhan? (Baca dalam 2 Petrus 1:5-8).

Marilah makin hari makin intiim dengan Tuhan; salah satu tanda bahwa seseorang itu intim dengan Tuhan adalah tidak mau berbuat dosa lagi.

Tuhan Yang Menyelesaikan!

"Tuhan akan menyelesaikann bagiku! Ya Tuhan, kasih setia-Mu untuk selama-lamanya; Janganlah kau tinggalkan perbuatan tangan-Mu!" Mazmur 138:8
Daud bisa berkata, "Tuhan akan menyelesaikan bagiku!" karena ia tahu bahwa Tuhan adalah pemegang kendali hidupnya dan Dia pasti akan mengarahkannya pada suatu tujuan akhir yang sama. Tuhan berkata, "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." (Yeremia 29:11)

Tuhan iti Mahakuasa sehingga Ia dapat mengatur setiap peristiwa demi peristiwa dalam kehidupan kita sesuai dengan rancanganNya. seringkali kita sulit menerima cara kerja Tuhan yang sepertinya tidak sesuai dengan kenyataan yang ada, terlebih lagi bila peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam hidup kita begitu mennyakitkan. Tetapi sebenarnya di atas segala peristiwa yang terjadi dalam hidup kita Tuhanlah yang memegang kendali dan melakukan apa yang Ia kehendaki. Contohnya adalah Yusuf yang diperlakukan dengan jahat oleh saudara-saudaranya. Dalam peristiwa tersebut seolah-olah tuhan tidak peduli dan membiarkan Yusuf hidup dalam penderitaan. Tetapi dalam peristiwa tersebut nyata benar apa yang direncanakan Tuhan dalam hidup Yusuf. Hal itu diakui Yusuf bahwa melalui perbuatan saudara-saudaranya Tuhan turut bekerja. Yusuf berkata, "Maka Allah telah menyuruh aku mendahului kamu untuk menjamin kelanjutan keturunanmu di bumi ini dan untuk memelihara hidupmu, sehingga sebagian besar dari padamu tertolong. Jadi bukanlah kamu yang menyuruh aku kesini, tetapi Allah; Dialah yang menempatkan aku sebagai bapa bagi firaun dan tuan atas seluruh istananya dan sebagai kuasa atas seluruh tanah mesir." (Kejadian 45:7-8).

Yusuf mengakui bahwa semua yang terjadi dalam hidupnya adalah karena campur tangan Tuhan. Mungkin kita berpikir bahwa hanya terhadap Yusuf saja Tuhan menyatakan jalan-jalannya yang ajaib, padahal Tuhan pun memiliki rencana yang indah atas hidup kita.

"Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis bagi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari kitab suci."
(Roma 15:4).

Orang Kristen: Harus Bisa Menjaga Perkataan!

"Hendaklah kata-kata mu sennantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang." Kolose 4:6
Topik hari adalah mengingatkan kita agar berhati-hati dengan mulut/ucapan kita, karena kekuatan dari perkataan adalah sangat luar biasa. Apalagi kita sebagai anak-anak Tuhan harus bisa menjadi teladan/saksi bagi orang-orang di luar Tuhan, salah satunya melalui ucapan mulut kita. "Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu."(1 Timotius 4:12b).

Banyak orang kristen yang ketika berada di luar 'area suci' (gereja) tidak bisa menguasaqi mulutnya: masih suka mengumpat, berkata-kata kasar, jorok, membicarakan kelemahan/kekurangan pendeta (gosip) dan sebagainya. Dalam amsal 20:19 dikatakan, "Siapa mengumpat, membuka rahasia, sebab itu janganlah engkau bergaul dengan orang yang bocor mulut." Mulut kita bisa menjadi sangat powerful (berkuasa). Ada banyak orang yang beroleh kekuatan dan dibangkitkan semangat hidupnya akibat mendengarkan perkataan dari orang lain. Sebaliknya ada juga yanng menjadi terluka, hancur, frustasi dan putus asa oleh karen terbunuh oleh perkataan yang disampaikan oleh orang lain.

Lalu, bagaimana seharusnya perkataan orang kristen itu?

Berkat Rohani: Lebih Berharga Daripada Berkat Jasmani

"Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainnkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal." (2Korintus 4:18)

Pada umumnya orang beranggapan bahwa berkat Tuhan itu identik dengan uang atau kekayaan(materi) yang tampak terlihata jelas secara kasat mata, sehingga kitapun menyimpulkan bahwa keadaan seseorang diberkati Tuhan selalu ditandai dengan melimpahnya harta kekayaan yang dimilikinya: seperti rumah yang berada dikawasan elit, memiliki mobil mewah, anak-anak yang sekolah di luar negeri, atau memiliki pabrik atau usaha yang mapan dann sebagainya. Sebaliknya pula, keadaan orang yang tidak diberkati Tuhan akan ditandai dengan kehidupan yang serba pas-pasan, tinggal di kost atau rumah kontrakan, atau tidak punya kendaraan.

Benarkah demikian?